Highlights

Plus Minus Dari Pacifier Untuk Anak

September 13, 2018 By 0 Comments

Penggunaan pacifier atau yang dikenal empeng memang masih menjadi perdebatan di kalangan para orang tua. Ada yang memilih menjauhkan anak dari pacifier, ada pula yang memberikannya sejak lahir. Semua itu keputusan Mama dalam menanganinya. Terlebih, setiap kebiasaan pastinya memang memiliki manfaat dan kekurangannya masing – masing. Artinya, balik lagi ke keputusan Mama dalam menanggapi tersebut. Semua orang tua pastinya menginginkan yang terbaik untuk buah hati.

Kita tahu bahwa bayi memiliki daya reflex hisap yang kuat. Bahkan sejak masih dalam kandungan pun, kebiasaan ini sudah dibawanya. Bayi akan mengisap jempol atau jarinya secara tidak sengaja. Banyak pendapat mengatakan bahwa kebiasaan ini berpengaruh pada jiwa sang bayi. Mereka merasa tenang ketika mengisap. Itulah kenapa pacifier hadir untuk melengkapi kebutuhan sang buah hati.

Kalau menghisap memang memiliki kelebihan untuk sang anak, maka kenapa penggunaan pacifier masih saja diperdebatkan? Dibawah ini ada beberapa penjelasan kenapa pacifier menjadi pro kontra di kalangan masyarakat. Beberapa penjelasan apa manfaat, kekurangan hingga bagaimana tips menggunakan pacifier untuk buah hati.

Kelebihan Pacifier:

  • Meniminalisir kegelisahan anak

Karena sudah bawaan sejak dalam kandungan, salah satu kegemaran bayi adalah menghisap. Itulah kenapa anak sering menghisap jari atau jempolnya. Tidak heran pula kenapa mereka lama ketika menyusu entah dari botol ataupun langsung pada payudara sang Mama. Ketika kegiatan mereka dilepas, maka anak akan gelisah bahkan hingga rewel. Penggunaan pacifier bisa membuat anak lebih tenang dan tidak gelisah.

  • Mengurangi resiko Sudden Infant Death Syndrome (SIDS)

Beberapa dokter dan pakar berpendapat bahwa seorang bayi yang menghisap pacifier ketika tidur bisa mengurangi resiko terjadinya SIDS atau kematian mendadak. Memang belum ada fakta yang menjelaskannya, namun ini bisa menimalisir terjadinya SIDS secara signifikan.

  • Mengatasi masalah telinga ketika penerbangan

Permasalahan yang sering terjadi ketika melakukan penerbangan adalah sakitnya telinga akibat perubahan tekanan udara yang berbeda. Bagi orang dewasa saja ini sangat mengganggu apalagi untuk seorang balita. Para dokter menyarankan mulut tidak boleh diam, harus ada sesuatu kegiatan dalam mulut. Penggunaan penutup telinga tidak membantu banyak. Salah satu solusinya adalah mulut tidak boleh berhenti untuk mengunyah ataupun menelan. Pacifier sebagai penolongan utama bagi bayi. Dengan begitu mereka akan menghisap tanpa henti.

Kelemahan pacifier:

  • Perbedaan puting

Pacifier dan puting memiliki perbedaan bentuk satu sama lain. Maka dari menghisapnya pun berbeda dan bayi sangat peka terhadap perbedaan tersebut. Maka dari itu, kenapa bayi sering bingung puting sehingga mengakibatkan susahnya menyusu langsung pada mama. Terlalu sering menggunakan dot atau pacifier bisa mengakibatkan anak tidak maunya lagi menyusu langsung pada payudara. Walaupun sebenarnya tidak ada penelitian yang mengatakan masalah penggunaan dot untuk menyusui pada jangka waktu panjang.

  • Ketergantungan

Keseharian tak pernah lepas dari empeng, bisa membuat anak ketergantungan dengan barang tersebut. Mereka akan gelisah selama seharian bila tak menggunakan empeng.

  • Lambat tumbuh gigi

Kelemahan satu ini yang sering diperdebatkan oleh sebagian mama. Memberikan pacifier bisa mempengaruhi gigi sang anak. Sebenarnya itu bisa diatasi bila penggunaan pacifier tidak lebih dari 2 tahun. Masalah tersebut akan membaik dengan sendirinya seiring berjalannya waktu setelah penghentian pacifier.

Solusi penggunaan pacifier:

Dari sekian banyak kelebihan dan kekurangan pacifier untuk anak, tentunya para Mama bisa mempertimbangkan apakah akan memberi anak empeng atau tidak. Dibawah ini ada solusi yang bisa mama lakukan ketika berniat memberi anak pacifier:

  • Free Bisphenol-A (BPA)

Empeng atau pacifier terbuat dari plastik, maka dari itu penting untuk melihat apakah dot tersebut aman digunakan atau tidak. Pilihlah pacifier yang mengandung free BPA (Bisphenol-A). Tidak hanya empeng, semua peralatan yang terbuat dari plastik diharuskan free BPA apalagi untuk kebutuhan bayi.

  • Ukuran yang sesuai

Permasalahan utama dari pacifier adalah bingung putting. Berbagai cara dilakukan agar ini terpecahkan. Salah satunya adalah memberinya sesuai dengan ukurannya. Sekarang sudah ada pacifier yang mirip dengan puting ibu. Dengan begitu anak tidak merasa beda ketika menghisap. Sesuaikan pula dengan usia bayi. Beda umur berbeda pula ukuran mulut bayi.

  • Menjaga tetap bersih

Kuman sangat mudah untuk menyebar, karena itu perlunya untuk menjaga kebersihan apalagi para perabotan milik bayi. Selalu bersihkan empeng bayi dengan sabun dan air panas untuk mensterilkan agar tetap bersih. Jangan berikan empeng secara berganti pada bayi lainnya.

  • Beri ketika kenyang

Agar kegiatan menyusui tidak terganggu, ada baiknya memberikan empeng saat bayi sudah puas meminum susu. Jangan sekali – kali menunda menyusui dengan memberi empeng. Ketika perut bayi kenyang maka penggunaan empeng tidak menjadi prioritasnya.

  • Pengalih perhatian

Saat anak menangis atau rewel, jangan otomatis memberikannya empeng. Cari cara lain untuk menenangkannya. Anak bayi pasti ada penyebabnya ketika menangis maka dari itu pahami terlebih dahulu apa maksud dari tangisannya. Bisa saja ia hanya lapar ataupun popok yang sudah penuh. Cara ini juga mengurangi itensitas anak dengan empeng.



0 Comments on "Plus Minus Dari Pacifier Untuk Anak"


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Leave a Reply