Highlights

5 Kebiasaan Yang Perlu Dihindari Di Depan Anak

Setiap harinya, anak berinteraksi dengan orang tua. Mereka selalu mengamati, mendengar, menyimak, dan mencerna semua apa yang dilakukan orangtua atau orang sekitarnya. Itulah kenapa anak adalah seorang pengikut sejati.

Segala hal yang ada di lihatnya selalu menirunya. Apalagi anak sedang fase ingin tahu yang besar. Tidak mengerti apa benar atau salah, yang mereka ketahui adalah itu menarik untuk diikuti. Anak adalah penggemar berat orang tua. Selama hidupnya, orang tua menjadi panutan dalam melakukan sesuatu.

Sejak mereka lahir di dunia ini, panutan hidupnya adalah orang tua. Pernah melihat seorang bayi tertawa setelah melihat kita tertawa? Itu bukan karena mereka paham apa yang kita tertawakan, tetapi mereka meniru apa yang orang di depannya tertawa.

Fase ini akan terus berlangsung hingga mereka paham saat dewasa. Karena itulah sangat wajib untuk para orang tua melakukan dan mengajarkan hal yang baik di depan buah hati.

Namun, orang tua hanya manusia biasa yang tidak lepas dari kesalahan. Pastinya mereka suka tidak menyadari bahwa ada beberapa perlakuan yang akan berdampak besar untuk anak. Meskipun para orang tua menganggapnya itu adalah benar, tetapi tidak bagi buah hati.

Perlakuan apa saja itu? Dibawah ini ada beberapa yang bisa Mama dan pasangan pahami kalau ini mungkin buruk bagi sang buah hati:

  • Berbohong demi kebaikan

Kebohongan yang disebut white lies ini sering dijadikan alasan para orang tua ketika menjawab pertanyaan. Walaupun tujuannya baik untuk melindungi anak atau menjaga perasaan orang lain, tetap saja ini tidak dibenarkan.

Sesuatu yang dimulai dengan kebohongan, pastinya akan ada kebohongan lainnya lagi muncul. Dampak itu akan menjadi boomerang untuk Mama dan Ayah. Karena mereka menganggap dengan berbohong adalah sesuatu yang baik maka itu akan menjadi alasan kuat untuk dirinya melakukan lagi.

  • Bercanda diluar batas

Tentunya obrolan ringan orang dewasa dengan anak kecil berbeda. Orang dewasa senang bercanda menggunakan sarkasme, tidak untuk anak – anak.

Ketika para orang tua sedang bercanda ria dengan sarkasme, para anak tidak mengerti bahwa pembicaraan tersebut adalah tidak serius. Mereka menganggap semua yang dibicarakan oleh orang dewasa adalah benar dan patut untuk dilakukan. Maka, tidak heran bahwa pemikiran itu akan dibawanya hingga dewasa.

Misalnya ketika anak sedang makan namun tidak sampai habis, para orang tua biasanya akan berbicara “Cepat habiskan, nanti nasinya akan menangis”, sang anak akan berpikiran bahwa nasi adalah sesuatu yang hidup.

Untuk mengatasi masalah ini, Mama bisa mengatakannya dengan rasional tak hiperbola. Sehingga anak bisa memahaminya secara sehat.

Jadi jangan sekali – kali bercanda yang tidak masuk akal di depan anak sekalipun itu gurauan untuk orang dewasa.

  • Bermain ponsel di depan anak

Menghabiskan waktu senggang dengan smartphone memang menyenangkan. Tetapi jangan melakukannya ketika sedang beraktivitas bersama anak.

Selain akan mengurangi bounding antara orang tua dan anak, ternyata menggunakan ponsel di depan mereka akan menimbulkan masalah terhadap anak.

Terlalu sering orang tua menggunakan ponsel di hadapan anak maka kebiasaan itu akan menular kepada mereka. Apalagi bila Mama membolehkan mereka menggunakan ponsel. Tentu ini tidak baik bagi kesehatan dan perkembangan anak. Salah satu yang terlihat anak akan anti sosial atau tidak mengenal dunia luar. Mereka menganggap sudah menemukan “teman serunya” dengan ponsel.

  • Menonton film yang tidak sesuai dengan usia anak

Stimulasi anak selalu berkembang setiap harinya. Perlunya, mereka mendapat dan melihat perlakuan sebagaimana mestinya.

Seringnya Mama menonton film yang bukan usia, itu akan berdampak persepsi yang salah bagi anak. Sejak mereka lahir, anak sudah bisa menstimulasi apa yang ada di sekitar. Jika yang mereka sering lihat terlalu banyak kekerasan atau seksualitas maka akan timbul rasa takut atau cemas. Hal itu karena mereka belum bisa membedakan apakah itu nyata atau sekedar fantasi.

  • Hilang kesabaran

Selalu ingat bahwa buah jauh tidak jatuh dari pohonnya memang benar adanya. Bagaimana sifat orang tua, itu akan sama yang dialami oleh anak. Maka ketika tingkat emosi sedang meledak jangan sampai keluar di depan anak. Pastinya itu mengganggu mental anak. Masalah ini lebih berat dan susah untuk disembuhi daripada sakit fisik. Mereka menjadi tidak bisa mengendalikan emosinya dengan benar. Masalah ini sangat fatal apabila Mama dan Ayah sering melakukannya di depan mereka.



0 Comments on "5 Kebiasaan Yang Perlu Dihindari Di Depan Anak"


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Leave a Reply