Highlights

Kecerdasan Anak dalam Menghadapi Masalah

May 4, 2017 By 0 Comments

Usia Adi baru 3,5 tahun dan bersekolah di Playgroup. Suatu ketika Adi mengeluh karena kesulitan menutup rapat botol minumnya. Mama Adi yang melihat anaknya kesusahan langsung tanggap. “Sini, biar Mama aja yang merapatkan tutup botolnya!” Ujar Mama Adi sambil mengambil botol dari tangan anaknya, lalu merapatkan tutup botol tersebut.

Nah, mama, apakah pernah menghadapi situasi seperti Mama Adi dalam ilustrasi di atas? Saat anak mengeluh tidak bisa mengerjakan sesuatu, mama langsung membantu, tanpa memberi kesempatan kepada si anak terlebih dahulu untuk menyelesaikan masalahnya sendiri. Sepintas bantuan itu terlihat baik untuk si anak. Namun, tahukah mama, bahwa sebenarnya hal itu tidak mendidik anak untuk mencari solusi sendiri? Padahal, anak harus mengetahui bahwa tidak semua masalah bisa langsung selesai jika dia mengeluh. Anak perlu juga belajar tentang cara menangani stress dan menemukan solusi dalam memecahkan masalah yang dihadapinya.

Memang, sebagai orang tua, khususnya mama, biasanya sudah menjadi insting untuk segera bertindak karena tidak tega melihat anaknya mengalami kesusahan. Namun, apa yang akan terjadi dengan anak mama nanti jika, misalkan, mama sudah tidak ada dan tidak lagi bisa melindunginya? Oleh karena itu, sebaiknya mama berhenti mengintervensi setiap kali anak mengeluhkan masalahnya.

Salah satu tugas mama, sebenarnya adalah melatih kecerdasan anak dalam menghadapi masalah. Kecerdasan anak dalam menghadapi masalah dikenal dengan istilah Adversity Quetiont (AQ). Definisi AQ menurut Paul G. Stoltz adalah kecerdasan menghadapi kesulitan atau hambatan dan kemampuan bertahan dalam berbagai kesulitan hidup dan tantangan yang dialami. Anak-anak sangat perlu memiliki AQ yang baik supaya memahami bahwa dalam hidup akan selalu ada ketidakenakan dan masalah-masalah. AQ tidak akan bisa muncul sendiri, melainkan butuh bantuan orang tua untuk ditanamkan sejak usia anak masih dini.

Berikut adalah beberapa hal yang bisa dilakukan oleh mama dalam mengasah AQ anak:

Ajari anak untuk menganalisa masalahnya.

Ketika anak mengalami masalah, maka sebaiknya mama tidak melakukan tindakan yang membuat anak semakin down atau putus asa , seperti mengejek, meremehkan, atau bahkan memarahi anak. Mama hendaknya membantu anak untuk mengenali dan menganalisa apa penyebab masalah yang tengah dihadapi oleh anak. Meski demikian, sebaiknya hindari untuk campur tangan sepenuhnya. Ajari anak untuk mencari tahu sendiri penyebab masalahnya. Dengan begitu anak akan bisa mencari solusi sendiri.

Bangun motivasi dan rasa optimis dalam diri anak.

Ajari anak untuk selalu berpikiran positif dan menghilangkan pikiran negatif dari dalam dirinya. Ketika anak dihadapkan dalam suatu masalah, berikan dukungan kepada anak bahwa anak akan mampu keluar dari masalah tersebut. Bangun motivasi dan tanamkan rasa optimis bahwa masalah tersebut akan segera selesai jika anak mau berusaha.

Tegas dalam mendisiplinkan anak.

Tegas dalam mendisiplinkan anak bukan berarti memakai kekerasan fisik. Sebab kekerasan fisik bukannya mendisiplinkan anak, namun malah memberikan dampak buruk terhdap mental anak. Disiplinkan anak secara tegas, dengan cara memberikan hukuman yang bisa menumbuhkan mental tahan banting. Misalkan jika anak memecahkan gelas, beri hukuman tidak boleh makan kue selama satu hari, dsb.

Latih anak supaya bisa menemukan solusi dalam menyelesaikan masalahnya.

Salah satu cara yang bisa dilakukan mama untuk melatih anak supaya bisa menemukan solusi dalam masalahnya adalah membiarkan anak mengerjakan tugasnya sendiri. Contoh, misalnya anak harus membereskan mainannya, mama bisa mengingatkan jika tidak dibereskan maka mainannya akan hilang. Saat mainannya hilang, biarkan anak berusaha mencari sendiri, jangan dibantu, meskipun sebenarnya mama sudah tahu dimana letak mainannya yang hilang itu.

Ajari anak supaya bisa bangkit saat terjatuh/ gagal melakukan sesuatu.

Ketika anak terjatuh atau gagal melakukan sesuatu, maka sebaiknya mama menghiburnya. Beri keyakinan kepada anak bahwa mereka patut mencoba lagi, karena tidak selamanya akan gagal.

Diharapkan dengan melakukan hal-hal di atas, mama bisa mengasah AQ anak. Sehingga anak menjadi pribadi yang cerdas dalam menghadapi masalah, tidak bergantung kepada mama terus, hingga saat mereka dewasa, kelak.



0 Comments on "Kecerdasan Anak dalam Menghadapi Masalah"


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Leave a Reply