Highlights

5 Penyebab Bayi Susah Tidur

May 4, 2017 By 1 Comment

Tiba-tiba suatu hari bayi mama rewel dan menangis sepanjang malam dan tidak tidur. Digendong tidak mau. Ditidurkan, bayi mama juga menolak, malah menangis makin kencang. Kalau pun tidur, tidak sampai lima menit kemudian terbangun dan mulai menangis lagi. Begitu seterusnya sampai esok paginya bayi mama tertidur karena kelelahan menangis. Padahal, biasanya tidur si kecil pulas, tapi malam itu tidak tahu kenapa bayi tidak nyaman tidurnya.

Apabila, mama pernah mengalami kondisi bayi susah tidur seperti itu, maka mama perlu mencari penyebab bayi susah tidur dan tentu saja mencari solusinya juga. Sebab kasihan kan, kalau bayi yang seharusnya istirahatnya lebih lama dari orang dewasa susah tidur? Kalau bayi kurang tidur, tentu saja akan sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya.

Beberapa kemungkinan penyebab bayi menjadi susah tidur antara lain:

Merasa lapar.

Jangankan bayi, orang dewasa biasanya juga akan terbangun dan susah tidur kembali apabila perutnya merasa lapar. Mama perlu mencurigai si kecil lapar saat dia tiba-tiba rewel ketika waktunya tidur. Tanda-tanda bayi lapar antara lain terus menerus membuka mulutnya, kadang juga memutar-mutar kepalanya ke segala arah untuk mencari payudara mama, dan bayi juga terlihat memasukkan tangan ke dalam mulutnya.

Apabila bayi mama menunjukkan tanda-tanda seperti itu mama bisa langsung segera menyusuinya atau memberinya susu. Apabila bayi mama sudah makan Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) maka mama bisa memberikannya cemilan ringan seperti biskuit. Biasanya setelah bayi tidak merasa lapar lagi, mama bisa menidurkannya kembali.

Tumbuh gigi.

Bayi biasanya akan merasa tidak nyaman saat tumbuh gigi. Tunas gigi yang akan tumbuh menekan jaringan saraf di sekitarnya sehingga menimbulkan rasa sakit. Tak jarang, bayi juga menjadi demam saat tumbuh gigi

Apabila bayi rewel karena tumbuh gigi, maka mama bisa memberikannya sesuatu untuk digigit, seperti empeng atau teether bayi. Apabila ada demam, mama tidak perlu memberinya obat penurun panas. Namun, mama bisa membuat nyaman bayi dengan cara mengompresnya. Demam yang disebeabkan oleh tumbuh gigi biasanya tidak akan lebih dari 38 derajat Celcius. Tapi, apabila saat diukur dengan termometer suhu tubuh bayi mencapai lebih dari 39 derajat Celcius, maka kemungkinan ada penyebab lain dari demamnya. Mama bisa mengamati gejala-gejala lain yang muncul dan memutuskan kapan harus segera menemui dokter.

Terserang kolik.

Bayi berusia 10 hari hingga 3 bulanan biasanya mudah terserang kolik. Meski begitu, bayi yang lebih besar juga bisa mengalaminya. Kolik merupakan nyeri perut yang berhubungan dengan gangguan pencernaan. Penyebab kolik belum diketahui secara pasti, namun ada teori yang mengatakan bahwa kolik terjadi karena bayi mengalami intoleransi atau alergi terhadap susu formula atau susu protein sapi yang diminumnya. Apabila bayi mama masih ASI Eksklusif, bisa jadi alerginya berasal dari susu protein sapi yang dikonsumsi oleh mama. Bayi yang kesusahan buang angin dan buang air besar (BAB) juga bisa mengalami kolik.

Untuk mengurangi ketidaknyamanan bayi, mama bisa menggendong bayi dengan posisi perut menempel pada tubuh mama. Mama juga bisa memijat bayi dengan pijat ILU dan gowes supaya bayi bisa buang angin atau BAB. Selain itu mama juga bisa mengusap-usap punggung bayi. Perlu mama ingat bahwa kolik merupakan sesuatu yang wajar dan tidak berbahaya, jadi tidak membutuhkan obat-obatan. Namun, apabila bayi mama muntah, diare, bahkan demam tinggi maka segera bawa bayi mama ke dokter untuk diperiksa.

Merasa kepanasan atau kedinginan.

Bayi sangat sensitif terhadap perubahan suhu. Mama harus peka mengenali apakah bayi merasa kepanasan atau sebaliknya kedinginan. Apabila kepanasan biasanya bayi akan mengusap-usap wajahnya dan menarik-narik bajunya. Jika kedinginan bayi akan menggigil. Mama bisa mengecek tangan dan kakinya yang biasanya terasa dingin jika bayi menggigil karena kedinginan.

Apabila bayi merasa kedinginan, mama bisa mengecek suhu udara. Jika menggunakan pendingin ruangan maka aturlah suhu sekitar 25-26 derajat Celcius. Kalau bayi masih menggigil, cek suhu tubuh bayi. Jika suhu tubuh bayi berada di bawah 36,5 derajat Celcius maka waspadai hipotermia. Segera bawa bayi ke rumah sakit apabila hal itu terjadi.

Sedangkan jika bayi kepanasan maka perlu dicari apakah penyebabnya berasal dari faktor ruangan atau bayi demam. Jika faktor ruangan, mama bisa mengganti pakaian bayi dengan pakaian yang lebih tipis atau menurunkan suhu pendingin ruangan atau menyalakan kipas angin supaya ruangan menjadi lebih sejuk. Namun, jika bayi teraba panas/ demam maka mama harus segera mengecek suhu badannya dengan termometer supaya tahu tindakan apa yang harus dilakukan selanjutnya.

Digigit nyamuk atau serangga.

Coba periksa sekitar tempat tdur bayi apakah ada nyamuk atau serangga yang menggigitnya. Apabila ada, maka mama bisa membersihan kasur terlebih dahulu atau memasang kelambu untuk tempat tidur bayi.

Semoga bayi mama selanjutnya bisa tidur dengan lebih nyenyak, ya!



1 Comment on "5 Penyebab Bayi Susah Tidur"

  1. […] hingga mereka besar. Permasalahan yang sering dirasa apabila terlalu lama tidur bersama, sang anak akan susah untuk tidur sendiri nantinya ketika dewasa. Tidak mungkin bukan sang anak akan selalu tidur bersama […]


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Leave a Reply